Terkesan Tak Netral, Tim AARS Laporkan Oknum Lurah Ranotana ke Bawaslu Manado

0
123
Tim AARS di Kantor Bawaslu Manado.
Tim AARS di Kantor Bawaslu Manado.

CINTASULUT. COM, – Sikap netral bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) terus didengungkan dalam menghadapi Pilkada Serentak 9 Desember 2020.
Namun demikian, himbauan tersebut disinyalir belum bisa dilaksanakan oleh segelintir oknum ASN.
Seperti yang terjadi di Kelurahan Ranotana Lingkungan III belum lama ini. Diduga, oknum Lurah Ranotana menunjukkan sikap tak netral terhadap salah satu pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Manado dan akhirnya Tim Kampanye Bidang Hukum Andrei Angouw-Richard Sualang (AA-RS) melaporkan oknum Lurah tersebut ke Bawaslu Manado, Rabu (14/10) sore.
Laporan Steiven B. Zeekeon SH, bersama tim kampanye AA-RS Bidang Hukum ke Bawaslu itu didasari dengan adanya peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/10) di Kelurahan Ranotana lingkungan III, tepatnya di rumah milik Keluarga Oroh – Manangkalangi.
Informasi yang dirangkum, sekitar pukul 10.00 WITA, oknum Lurah Ranotana, Leon memerintahkan dua orang Kepala Lingkungan untuk memindahkan atribut partai dalam hal ini bendera PDIP, baliho calon ODSK dan AARS yang terpampang di pagar rumah Keluarga Oroh-Manangkalangi.
Tindakan sepihak tersebut diduga dilakukan karena saat itu akan ada kunjungan Walikota Manado Vicky Lumentut di kantor Lurah Ranotana.
Aksi tak terpuji itu sontak saja memicu protes dari pengurus dan simpatisan AA-RS, hingga selang beberapa waktu kemudian terjadilah perdebatan antara simpatisan AARS Kres Rumondor dengan oknum Lurah yang langsung viral di media sosial. Saat itu Kres tegas bertahan tidak akan menurunkan atribut partai dengan dasar telah mendapat ijin dari pemilik rumah, sedangkan oknum Lurah tetap berkeras meminta mencabut atribut tersebut.
Menyadari aksi ini menyalahi atutan, Steiven B. Zeekeon SH, didampingi tim kampanye AA-RS bidang Hukum Andril Latjandu, SH, Glorio Katoppo, SH, Vecky Gagana, SH, Donny Wulur, SH dan Stenny Sapetu, SH mendatangi kantor Bawaslu pada Rabu 14 Oktober 2020 sekitar pukul 16:45 WITA untuk melaporkan dugaan tidak netralnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam hal ini oknum Lurah Ranotana bernama Leon Piri, dengan dasar laporan Pasal 71 ayat (1) jo Pasal 188 UU Pilkada.
“Atas laporan tersebut Bawaslu telah menerima dengan diterbitkannya surat tanda terima laporan,” ucap tim kuasa hukum AA-RS.
Selanjutnya, pada Jumat (16/10), saksi-saksi dari pelapor akan dimintai keterangan. Sementara terlapor oknum Lurah Ranotana juga akan dimintai keterangan sore harinya.
“Bahwa untuk selanjutnya kami akan menunggu hasil pemeriksaan Bawaslu dan apabila terbukti Lurah tersebut tidak netral maka Bawaslu akan merekomendasikan ke KASN untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan. Ini juga jadi pelajaran bagi ASN yang ada di Manado agar tidak sewenang wenang menggunakan jabatannya untuk melakukan penekanan pada masyarakat dengan tujuan memenangkan calonnya, netrallah jangan berpihak,” ungkap Steiven, Ketua Tim Kampanye AA-RS bidang Hukum.
Terpisah, Lurah Kelurahan Ranotana LP alias Leon saat dikonfirmasi cintasulut.com via ponsel mengatakan bahwa tidak ada perintah seperti yang sudah diberitakan.
“Saya bermohon bukan memaksa kalo boleh baliho salah satu paslon tersebut dilipat dulu, bukan dicabut. Itu saya sampaikan kepada pak Novri salah satu warga Lingkungan 3 Ranotana dan mungkin dia bagian dari tim paslon itu. Jadi, saya tidak memerintahkan. Dan, pak Novri sendiri yang melipat baliho itu dibantu satu pala karena dia bekerja sendiri,” ujar Lurah seraya menambahkan bila Novri sendiri juga yang menurunkan bendera salah satu partai politik.
Adapun alasan dirinya bermohon agar baliho untuk sementara dilipat dulu dengan alasan akan ada kegiatan termasuk kunjungan Pak Walikota yaitu menunjukkan netralitas sebagai ASN.
“Saya hanya ingin menampakan netralitas karena hanya ada baliho dari satu paslon yaitu walikota manado dan gubenur dari partai yang sama. Sekali lagi, saya tidak memaksa, saya bermohon. Saya juga ingin menonjolkan netralitas dalam hal ini, ” ucap dia.
Ditanya apakah sudah memenuhi undangan dari Bawaslu Manado, dengan tegas dikatakan Lurah Ranotana ini, “Sudah.
Saya ke Bawaslu Manado sesuai undangan jam 1 siang tadi. Dan apa yang saya sampaikan ini sama dengan yang saya sampaikan ke Bawaslu Manado, ” ungkapnya.
Diulang Lurah LP, hingga malam ini baliho dan bendera dari paslon dimaksud masih terpasang.* (jane)

SHARE

LEAVE A REPLY