Terkesan Tebang Pilih, Warga Kampung Arab Curhat Soal Penggusuran Rumah Kepada Ayub Ali

0
23
Anggota DPRD Sulut H Ayub Ali Albugis saat menggelar reses di Kelurahan Istiqlal Manado.
Anggota DPRD Sulut H Ayub Ali Albugis saat menggelar reses di Kelurahan Istiqlal Manado.

CINTASULUT.COM,- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ayub Ali Albugis, Sabtu (6/4/2019) sekitar pukul 16:00 wita turun ke daerah pemilihan (dapil) Manado. Hal ini dalam rangka masa reses I di tahun 2019. Dan, wilayah yang dipilih untuk pelaksanaan reses adalah Kelurahan Istiqlal atau dikenal dengan sebutan Kampung Arab.
Saat reses berlangsung, warga mengeluhkan terkait pembongkaran gedung yakni rumah tinggal dan gedung bertingkat seperti hotel yang terkesan tebang pilih.
“Apakah dalam melakukan pembongkaran hanya lihat-lihat rumah saja? Yang kecil bisa secepatnya di bongkar dan ya g besar tidwak?,” tanya Mardi salah satu warga Kampung Arab.
Ini juga yang jadi penegasan Ayub Ali di hadapan perwakilan Balai Sungai di reses.
“Saya rasa ada ketidakadilan dalam pembangunan mega proyek ini. Saya melihat masih ada rumah-rumah besar baik hotel dan bangunan tiga sampai empat lantai di wilayah sebelah Mahakam belum dilakukan pembongkaran gedung. Apakah ini akan dilaksanakan dalam bentuk bertahap atau hanya pilih kasih. Kalau pilih kasih nanti seolah-olah ada diskriminasi dalam rangka pembangunan mega proyek ini, hanya pilih-pilih. Artinya orang lemah ditekan agar cepat meninggalkan tempat dan orang kuat bertahan,” ucap Legislator dua periode di DPRD Sulut ini.
Dirinya pun menyorot keberadaan Hotel Riverside yang berada di Kelurahan Istiglal.
“Sangat menyolok sekali, keluar di pinggir sungai. Sesuai informasi pihak terkait akan digusur. Dari keterangan pihak terkait hotel itu mundur sekitar 10 meter. Ini diharapkan betul-betul dilaksanakan dengan segera. Riveside itu menggunakan fasilitas negara, tanah itu bukan milik beliau (pemilik hotel) tetapi dimanfaatkan dalam jangka waktu yang luar biasa. Seharusnya kalau pemerintah mau meminta ganti rugi diperhitungkan juga, ini bagian dari aset negara,” tegas Ayub Ali.
Dirinya berharap dinas terkait yakni Balai Sungai berlaku adil terhadap masyarakat.
“Jangan tebang pilih, yang lemah duluan digusur dan kuat belakangan. Pemerintah betul-betul berada di posisi tengah,” kata dia.

Anggota DPRD Sulut H Ayub Ali Albugis saat menggelar reses di Kelurahan Istiqlal Manado.
Anggota DPRD Sulut H Ayub Ali Albugis saat menggelar reses di Kelurahan Istiqlal Manado.

Namun demikian dikatakan Ayub Ali, sebagai masyarakat turut mengapresiasi mega proyek milik pemerintah.
“Masyarakat kelurahan istiqlal terus mensupport pembangunan ini, sehingga masyarakat terhindar dari masalah banjir,” tandas Ayub.
Menanggapi hal itu, pihak Balai Sungai yang hadir di reses mengatakan bahwa proses penyelesaian ganti rugi sedang dilakukan.
“Kelurahan istiqlal untuk hotel riverside pemilik sudah setuju untuk pembebasan sesuai dengan instruksi dan akan diselesaikan. Ada 13 bidang yang belum dibayar. Tanya kapan akan di bayar, awal bulan Juni, ini berlaku untuk enam kelurahan,” jelas salah satu pejabat Balai Sungai di reses.
Dan, untuk konstruksi telah menganggarkan perencanaan tahun 2020 sekitar Rp60 miliar, dengan catatan tanah harus selesai pada tahun 2019.
Aspirasi warga Kampung Arab juga termasuk pengerukan sungai yang dilakukan secara berkala agar tidak terjadi banjir yang berkelanjutan, soal penyerahan sertifikat bagi warga yang mendapatkan rumah di area Pandu, juga tidak adanya pemadaman listrik di saat Bulan Ramadhan.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY