Transportasi Online Dibatasi, Ribuan Massa Kepung Gedung Deprov

0
19
Merasa dirugikan oleh Permenhub No. 108 Tahun 2017, ribuan massa transportasi online gelar demo di DPRD Sulut, Kamis (8/3/2018).
Merasa dirugikan oleh Permenhub No. 108 Tahun 2017, ribuan massa transportasi online gelar demo di DPRD Sulut, Kamis (8/3/2018).

CINTASULUT.COM,- Ribuan massa yang terhimpun dalam Wadah Asosiasi Online (WAO), Kamis (8/3/2018) padati gedung kantor DPRD Sulut. Pasalnya, massa yang kesehariannya mencari nafkah dengan menawarkan angkutan sistim online baik kendaraan roda empat ataupun roda dua ini merasa dirugikan atas keluarnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor 108 tentang angkutan orang dengan kendaraan bermotor tidak dalam trayek.
Apalagi, ada pembatasan jumlah unit menjadi 997 unit saja.  Padahal jumlah unit transportasi online di Sulawesi Utara jumlahnya tembus level lebih dari 10.000 driver.
Harapan pun tertuang kepada Gubernur Sulut, Olly Dondokambey agar tidak menandatangai Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pembatasan jumlah unit kendaraan umum online di Daerah Nyiur Melambai ini.
Atas dasar ini, para pendemo menyambangi gedung cengkih (Istilah DPRD Sulut) agar memberikan rekomendasi politik kepada gubernur.
“Pak Gubernur jangan dulu menandatangani surat pembatasan kuota sebelum ada pertemuan dengan seluruh pihak. Baik kami driver online, pemerintah, DPRD dan juga pihak aplikator, kita harus duduk bersama membahas masalah ini,” seru koordinator WAO Christian Yukung.
Diharapkan, pemerintah berbelas kasihan kepada para pengemudi atau pemilik kendaraan online yang harus siap dikejar-kejar debt collector dari perusahaan finance, karena hampir seluruh kendaraan yang mereka gunakan dibeli dengan cara kredit atau diangsur.
“Kami mau bayar pakai apa jika kami tidak lagi beroperasi. Apa pemerintah dan DPRD tahu kesusahan kami? Izinkan kami bekerja dan membiayai keluarga kami,” ujar salah satu personil dari WAO.
Tampak pula ikut dalam demo tersebut sejumlah driver ibu atau perempuan.
“Sapa mo bayar kita pe anak pe skolah? Jangan beking torang menganggur. Torang butuh kerja (siapa yang akan bayar uang sekolah anak saya? Jangan buat kami menganggur. Kami butuh pekerjaan,” teriak mereka.
Setelah menunggu kurang lebih satu jam, para pendemo yang berunjuk rasa di bawah terik matahari, akhirnya ditemui oleh dua anggota dewan, yakni Amir Liputo dan Julius Jems Tuuk.
Keduanya berjanji akan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Apalagi kata Liputo, salah satu visi-misi pemerintahan Olly Dondokambey-Steven Kandouw adalah mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
“Kami juga Komisi III, sudah meminta agar Dinas Perhubungan untuk mengkaji ulang pembatasan kuota sebagaimana Permenhub 108. Tanpa kalian demo, sudah mengagendakan rapat dengar pendapat dengan seluruh stake holder termasuk dengan pihak aplikator,” terang legislator dapil Manado ini.
Usai menyampaikan aspirasi di kantor milik rakyat itu, para pengunjuk rasa menuju ke Kantor Gubernur di kawasan Jalan 17 Agustus untuk menyampaikan aspirasi yang sama.* (jane)

==========

Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY