Upsss…Masih Ada Warga Sulut Tinggal di Atas Rawa?

Kalangi: Saya terharu dan menitikan air mata

0
26
Legislator DPRD Sulut Sjenny Kalangi lakukan reses di Sangtombolang, Bolmut, Rabu (20/9/2017).
Legislator DPRD Sulut Sjenny Kalangi lakukan reses di Sangtombolang, Bolmut, Rabu (20/9/2017).

CINTASULUT.COM,- Provinsi Sulawesi Utara atau sering disebut Daerah Nyiur Melambai masih banyak lahan kosong dan bisa dijadikan tempat hunian bagi masyarakat. Namun ironis, ternyata masih ada masyarakat yang harus membangun rumah di atas rawa. Hal ini terungkap saat dilaksanakannya reses II tahun 2017 oleh salah satu Anggota DPRD Sulut, Sjenny Kalangi, Rabu (20/9/2017). Bahkan, legislator dari Dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) itu tak kuasa menahan air mata saat mendengar curahan hati warga Desa Apeng Simbaka, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
“Ada seorang bapak ketika menyampaikan aspirasi membuat saya terharu dan tak kuasa menahan air mata. Ia memohon kepada Pemerintah Provinsi untuk mengijinkan mereka yang tinggal di atas rawa untuk bisa menambah atau menampung tanah di rumahnya dan halamannya,” tutur politisi Partai Gerindra ini, lewat pesan singkat WhatsApp.

Masih ada warga membangun rumah di atas rawa.
Masih ada warga membangun rumah di atas rawa.

Lanjut Kalangi, ada lagi harapan warga terhadap pemerintah, yaitu bantuan bibit dan alat, mengingat aktivitas di sana mayoritas adalah bertani dan berkebun.
“Mereka juga minta bantuan bibit jagung, kalau memungkinkan bantuan traktor untuk petani,” ujar Kalangi.
Di samping itu, soal batas waktu pemakaian BPJS saat berobat pun dipertanyakan.
“Apakah ada batas waktu? Saat warga ke puskemas di atas jam 2 siang Kartu Jaminan Kesehatan mereka tidak berlaku” tukas personil Komisi I itu.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY