Usai Terima Aspirasi Tou Minahasa, DPRD Sulut Langsung ‘Action’

Komisi Gabungan Tinjau Waruga di Sekitar Bendungan Kuwil

0
77
Komisi Gabungan Tinjau Waruga di Lokasi Proyek Bendungan Kuwil, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara.
Komisi Gabungan Tinjau Waruga di Lokasi Proyek Bendungan Kuwil, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara.

CINTASULUT.COM,- Jaringan Komunitas Budaya Minahasa, Kamis (10/11/2016) sambangi gedung DPRD Sulut untuk menyuarakan “save waruga” yang saat ini dinilai mulai diabaikan pihak terkait. Bahkan, kekuatiran muncul karena dugaan adanya usaha pengrusakan warisan leluhur yaitu waruga atau kuburan kuno.
Mendapati aspirasi tersebut, DPRD Sulut lewat komisi gabungan yaitu Komisi I bidang Pemerintahan dan HAM dan Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Jumat (11/11/2016) langsung tinjau lokasi pembangunan Bendungan Kuwil yang ada di Desa Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Dikatakan Ketua Komisi I Ferdinand Mewengkang, pembangunan Bendungan Kuwil yang berada di sekitar waruga ini harus segera diselesaikan, karena ini tentunya menguntungkan warga masyarakat di Sulut terutama warga masyarakat Kota Manado, Minahasa dan, Minahasa Utara (Minut). Akan tetapi dikatakan Mewengkang, yang menjadi persoalan sekarang ini bahwa di sekitar lokasi pembangunan Bendungan Kuwil ada situs budaya Minahasa yakni waruga.

Julius Jems Tuuk, anggota Komisi I DPRD Sulut saat meninjau keberadaan waruga.
Julius Jems Tuuk, anggota Komisi I DPRD Sulut saat meninjau keberadaan waruga.

“Dari satu sisi tentunya proyek ini menguntungkan warga masyarakat di sulut, terutama warga masyarakat Kota Manado, Minahasa dan Minut. Tetapi yang menjadi persoalan sekarang ini bahwa  ada informasi di sekitar lokasi proyek pembangunan ini ada waruga-waruga yang dirusak dan itu tidak sembarang seperti telah kita lihat tadi,” jelas Mewengkang saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan.
Lanjut pula oleh Mewengkang, pada prinsipnya mendukung proyek tersebut dengan alasan bisa mengatur pengairan. Namun, jangan sampai merusak tatanan leluhur sebagai akar budaya di Minahasa.
Ditegaskan Mewengkang, dalam waktu dekat DPRD Sulut akan mengundang hearing semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan Bendungan Kuwil termasuk para budayawan.
Sedangkan Herry Tombeng, Anggota Komisi IV yang juga merupakan pemerhati budaya Minahasa berpendapat, demi kelestarian peninggalan leluhur sebaiknya proyek pembangunan bendungan dihentikan sementara karena terlanjur porak poranda.
“Kita minta supaya sementara kegiatan di radius kira-kira 100 meter dari waruga ini dihentikan dahulu. Karena ini sudah terlanjur porak poranda. Dan, sebaiknya ditata kembali dan dibuat lebih baik. Jadi ditata kembali dengan tidak harus diletakkan jauh-jauh. Dan juga mungkin jika ditata kembali Cuma butuh lahan sekira 4.000  sampai 5.000 meter tanpa mengubah keasliannya. Setelah itu dibuat taman sehingga bisa dijadikan taman wisata seperti yang ada di Tonsewer,” ungkap Tombeng.
Diketahui, pada kunjungan tersebut turut juga anggota komisi I seperti, Ir Julius Jems Tuuk, Netty Agnes Pantouw, dan anggota komisi IV, serta Fanny Legoh.* (jane)

LEAVE A REPLY