Wakili Gubernur, Palandung Beri Pembekalan Pada Peserta Nyong dan Noni Sulut 2017

0
14
Asisten I Pemerintahan Dan Kesra Provinsi Sulut John Palandung bersama peserta pemilihan Nyong dan Noni Sulut 2017.
Asisten I Pemerintahan Dan Kesra Provinsi Sulut John Palandung bersama peserta pemilihan Nyong dan Noni Sulut 2017.

CINTASULUT.COM,- Gubernur Olly Dondokambey, SE yang diwakili Asisten I Pemerintahan Dan Kesra Provinsi Sulut John Palandung, memberikan pembekalan tetntang Good Governance kepada peserta Pemilihan Nyong dan Noni Sulut 2017 di ruagan C. J. Rantung. Selasa (12/9/2017) kemarin. Kegiatan ini, menurut Palandung, sebagai wahana pembelajaran dan pembekalan bagi para peserta yang merupakan duta wisata dari 15 kabupaten/kota se-Sulut.
Palandung menyampaikan bahwa Good Governance ini adalah untuk menciptakan tatanan pemerintahan yang sehat dengan harapan kualitas pelayanan publik menjadi semakain baik. Karena itu, “Perwujudan Good Governance menjadi salah satu agenda utama pemerintahan yang memerlukan dukungan seluruh komponen bangas.”katanya.
Selain itu menurut Palandung, manfaat Good Governance ini adalah berkurangnya praktik KKN, terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintah yang bersih, efisien, efektif, transparan, profesional dan akuntabel.
“Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, kita tahu bersama pasti ada berbagai dinamika dan problematika dilapangan, antara lain masalah korupsi yang telah dianggap membudaya dalam tubuh Pemerintahan Indonesia. Maka dari itu,  ada tanda awas atau waspada bagi kita bersama, yaitu bahaya besar yang mengancam proses character building (pembangunan karakter) bangsa, karena apabila virus patologi birokrasi ini menyebar kedalam prilaku masyarakat, maka yang akan  tercipta adalah struktur masyarakat dengan budaya korup,” ujarnya.
Kepada para Nyong dan Noni Sulut, Palandung berharap, selaku generasi muda yang sangat potensial untuk dapat tampil menjadi agent of change dengan memiliki bekal kompetensi mumpuni, baik dari aspek kecerdasan intelegen, emosional dan spiritual.
“Kepada Calon Nyong dan Noni untuk bisa tampil terdepan diantara para generasi muda lain, yang lebih kreatif, inovatif, memiliki idealisne yang murni dan energi besar serta dibarengi dengan integritas dan keberanian untuk melakukan perubahan positif dan pembaharuan di tengah masyarakat dan dalam berbagai bidang pembangunan yang ada,” harapnya.
Selanjutnya Ketua Panitia Pelaksana PNNS 2017, dr Kartika Devi Tanos, saat didampingi Kabid UPK Dinkes Sulut dr Lydia Tulus ssetelah pembekalan dari Pemprov Sulut mengatakan peserta utusan dari Kab/Kota Se Sulut yang akan mengikuti ajang Pemilihan Nyong Noni tahun 2017 ini, semua bebas dari narkoba.
“Sebanyak 36 orang peserta dinyatakan bebas dari narkoba setelah dilakukan tes narkoba oleh tim dokter dari BNN Sulut. Tes narkoba ini juga merupakan salah satu syarat utama untuk mengikuti ajang PNNS 2017 tahun ini,” kata dr Devi sapaan akrabnya.
Saat disentil soal adanya salah satu Kabupaten yang tidak mengutus peserta dalam ajang PNNS ini, dr Devi pun mengatakan, pemerintah provinsi sangat menyayangkan Kabupaten Sitaro tidak mengirim utusan.
“Sangat disayangkan kalau tak ada perwakilan. Ajang ini sangat positif demi pengembangan karir dan potensi putra putri daerah,” pungkas dr Devi sembari berharap ke depan calon nyong noni Sulut 2017, bisa mewakili daerah Sulut dalam ajang yang lebih bergengsi di tingkat nasional.
Turut Hadir Kepala Dinas Pariwisata Sulut  Daniel Mewengkang dan Kepala Biro Perekonomian dan SDA Frangky Manumpil.* (hum)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY