Warga Bolangat Mengeluh, Tuuk: Perjuangan Belum Berakhir

0
8
Ir. Julius Jems Tuuk saat menerima aspirasi warga Bolangat Kecamatan Sangtombolang di Ruang Rapat Komisi I DPRD Sulut.
Ir. Julius Jems Tuuk menerima aspirasi warga Bolangat Kecamatan Sangtombolang di Ruang Rapat Komisi I DPRD Sulut. Senin (30/10/2017).

CINTASULUT.COM,- PT. Karunia Kasih Indah (KKI) kian berulah. Kali ini seluruh lahan persawahan yang sudah ditanami padi oleh warga Bolangat Timur, Kecamatan Santombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) diambil pula oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut. Ini disampaikan warga secara langsung saat sambangi kantor DPRD Sulut di bilangan Kairagi Manado, Senin (30/10/2017) kemarin.
Tak pelak, Anggota DPRD Sulut dari Dapil Bolaang Mongondow Raya (BMR) Ir. Julius Jems Tuuk dengan lantang mengatakan bahwa perjuangan dalam memperjuangkan hak dan hidup masyarakat Bolangat terus berlanjut.
“Perjuangan belum selesai. Untuk saat ini Komisi I tetap dan sementara melakukan perjuangan bagi warga, bahkan perjuangan telah sampai ke kementerian yakni Kementerian Kehutanan, (Kementerian) Lingkungan Hidup, dan (Kementerian) Agraria. Semua dokumen penunjang untuk membatalkan sertifikat dari perusahaan KKI kami telah kumpulkan. Jadi saya minta kepada bapak ibu, agar kiranya bersabar, kita tunggu di hearing lintas komisi, (Komisi 1,2 dan 4). Bila pada waktunya perjuangan harus mengeluarkan darah dan daging, itulah konsekuensi dari perjuangan,” tutur Legislator PDIP ini di hadapan para warga di Ruang Rapat Komisi I.

Warga Bolangat Kecamatan Sangtombolang menyampaikan aspirasi terkait penguasaan lahan PT KKI kepada anggota DPRD Sulut Julius Jems Tuuk, Senin (30/10/2017).
Warga Bolangat Kecamatan Sangtombolang menyampaikan aspirasi terkait penguasaan lahan PT KKI kepada anggota DPRD Sulut Julius Jems Tuuk, Senin (30/10/2017).

Mendengar itu, warga pun menggantungkan setumpuk harapan, mengingat apa yang menjadi sumber mata pencaharian telah direbut paksa oleh pihak perusahaan.
“Torang pe lahan sawah so abis, perusahaan so ambe samua. Mo kemana lagi torang mo tanam padi. Padahal Bapak Gubernur ada bilang Sulawesi Utara harus jadi penghasil padi yang banyak,” keluh warga.
Namun demikian, mendengar penjelasan dan ketegasan Tuuk, dan mengetahui keseriusan Komisi I yang dipimpin Ferdinand Mewengkang dalam memperjuangkan aspirasi, warga Bolangat sangat mengapresiasi.
“Kami sangat berterima kasih atas penjelasan dan diterimanya kami di kantor dewan oleh bapak yang terhormat James Tuuk, kami juga berterima kasih atas partisipasi uang pribadi yang telah membantu untuk dipakai pulang ke kampung kami,” ungkap warga.* (jane)

==========
Tulisan lain:

LEAVE A REPLY