Berty Kapojos cs Tinjau Lokasi Rawan Banjir Desa Paniki Baru

0
3

SAVE_20210417_081930

CINTASULUT.COM,- Komisi III DPRD Sulut bidang Infrastruktur dipimpin langsung Ketua Komisi Berty Kapojos, Jumat (14/4/2021) sekira pukul 10:00 wita langsung melakukan cek lokasi pasca dilaksanakannya reses belum lama ini.
Adapun tinjau lokasi tersebut dilakukan karena adanya aspirasi masyarakat khususnya warga di Desa Paniki Baru Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang terdampak banjir belum lama ini akibat curah hujan tinggi.
Terpantau oleh media ini, Ketua Komisi III bersama pesonil lainnya yakni Stella Runtuwene (Wakil), Yongkie Limen (Sekretaris), Ayub Ali (Anggota) dan Agustin Kambey (Anggota) bersama Balai Sungai Wilayah Sungai Sulawesi I DItjen Sumber Daya Air (SDA) menyusuri sungai di situ.
Di lokasi itu juga, Komisi III menemukan adanya saluran air yang tersumbat bahkan telah sejajar dengan badan jalan.
Ketua Komisi III, Berty Kapojos usai tinjau lokasi saat diwawancarai awak media mengatakan, bahwa ditemukan penyebab terjadinya banjir karena terjadi pendangkalan sungai.
“Jelas karena masalah ini hujan sedikit saja bisa menyebabkan banjir. Saluran tidak mampu menampung volume air yang ada saat banjir,” ujar Berty Kapojos.
Dalam penanganannya, lanjut Kapojos, pihaknya meminta proposal langsung dari perangkat desa untuk bisa diteruskan serta ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
“Jadi, Hukum Tua bisa memasukkan proposal melalui DPRD Sulut agar masalah ini bisa segera diperhatikan,” tuturnya.
Kapojos menambahkan, pembangunan drainase di Desa Paniki Baru tersebut sudah sangat mendesak karena setiap kali musim hujan masyarakat selalu merasakan dampak banjir.
“Dalam pantauan kami di lokasi ternyata hampir tidak ada saluran induk disana, kami juga berupaya dan sudah bicara dengan pihak Balai Sungai untuk pembuatan saluran, ” ujar mantan Ketua DPRD Minut ini.
Ditambahkannya, Desa Paniki Baru merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Manado sehingga dalam waktu dekat komisi III juga akan berkonsultasi dengan pemerintah kota dalam hal ini Dinas PU agar nantinya proses pembangunan bisa berjalan dengan baik.
“Desa Paniki Baru memang masuk wilayah Minahasa Utara tetapi aliran air akan melewati wilayah Manado, itu yang akan kami konsultasikan dengan pemerintah kota, apalagi saat ini sudah terbangun sinergitas antara Propinsi dan Kota Manado tentu ini sangat memudahkan kami memperjuangkan aspirasi masyarakat. ” tandas politisi PDIP ini.
Sementara itu, Pjs. Hukum Tua Desa Paniki Baru Lenda Mokalu mengaku akan menjadikan masalah tersebut sebagai salah satu prioritas.
“Karena saya sendiri baru dilantik sebagai Pjs Hukum Tua sehari sebelum kunjungan ini,” aku Mokalu.* (Jane)

SHARE

LEAVE A REPLY