Hari Pertama Ngantor, Melky dan Nursiwin Terima Aspirasi Pekerja Asal Pekanbaru

0
42
Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky Pangemanan dan Nursiwin Dunggio saat terima aspirasi pekerja asal Pekanbaru
Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Melky Pangemanan dan Nursiwin Dunggio saat terima aspirasi pekerja asal Pekanbaru

CINTASULUT.COM,- Usai libur panjang dalam rangka memperingati Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Senin (6/1/2020) seluruh ASN sudah mulai melakukan aktivitas rutin. Begitu pula halnya dengan Anggota DPRD Provinsi Sulut yang mulai menunaikan tugas sebagai wakil rakyat.
Di hari pertama masuk kantor, dua personil Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di DPRD Sulut, Melky.J Pangemanan (MJP) dan Nursiwin.Y Dunggio langsung menerima aspirasi dari lima pekerja asal Pekanbaru Riau.
Adapun aspirasi yang disampaikan terkait dugaan penelantaran yang dilakukan Komisaris CV. Elite Solution.
Bahkan ironisnya, sesuai pengakuan kelima pekerja tersebut di hadapan Anggota Dewan Melky Pangemanan dan Nursiwin Dunggio, saat ini mereka harus numpang tidur di Terminal Paal II Manado.
Tak hanya itu, para pekerja juga membeberkan sejumlah persoalan terkait target pekerjaan sebesar 15 ribu item, namun yang dibayar oleh perusahaan hanya 1300 item.
“Memang tidak ada kontrak kerja dengan perusahaan, tapi perlakuan pihak managemen CV Elite Sulution telah menghilangkan hak kami sebagai pekerja secara sepihak dan melanggar keadilan,” papar koordinator pekerja Benny Setiawan.
Menanggapi itu, kedua Legislator ini berharap pihak perusahaan beritikad baik dengan membayar semua yang menjadi hak pekerja, dengan tidak melakukan tindakan yang melanggar hak asasi para pekerja.
“Ketika telah terjadi kesepakatan antara pekerja dan pengusaha maka semua yang menjadi kewajiban harus diselesaikan,” ujar MJP.
Senada pula dikatakan Anggota Komisi IV DPRD Sulut Nursiwin Dunggio, secepatnya pihak perusahaan menyelesaikan semua yang menjadi hak para pekerja.
“DPRD akan memanggil hearing CV Elite Solution untuk dimintai pertanggungjawaban atas Laporan yang disampaikan oleh pekerja, dan hal ini harus diselesaikan,” tukas Dunggio.
Disinyalir, kelima pekerja konstruksi baja ringan di Resort Siladen melalui pihak ketiga CV. Elit Solution diberikan gaji tidak sesuai dengan standar umum atau tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh perusahaan, bahkan mereka tidak diikutkan dalam program BPJS.
Hal yang juga dinilai merugikan kelima pekerja tersebut dijanjikan akan bekerja selama 6 bulan (volume 15 ribu meter) tetapi pekerjaan hanya selesai selama 15 hari ( jumlah volume 1344 meter) dan berujung pada dugaan penelantaran.* (jane)

==========
Tulisan lain:

SHARE

LEAVE A REPLY