Kapolri Tunda Pelantikan Petrus Golose Sebagai Kapolda Bali, Ini Penyebabnya

0
734
Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.
Irjen Pol Petrus Reinhard Golose.

CINTASULUT.COM,- Irjen Petrus Golose, salah satu putra terbaik Sulut di jajaran Polri, tidak termasuk dalam daftar Kapolda baru yang dilantik Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jumat (16/12/2016) kemarin.   Padahal, sebagaimana tercantum dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/2987/XII/2015 tertanggal 12 Desember 2016, lulusan Akpol 1988 itu akan menempati posisi sebagai Kapolda Bali menggantikan Irjen (Pol) Sugeng Prianto.
Petrus Golose tidak sendirian.  Ia bersama tiga Kapolda lain ditunda pelantikannya. Ketiga Kapolda tersebut yakni Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin, Kapolda NTT Brigjen Agung Sabar, dan Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Agung Sabar Santoso.
Terkait ditundanya pelantikan empat Kapolda tersebut, Kapolri  menjelaskan bahwa keempat kapolda itu rencananya baru akan dilantik usai Tahun Baru, Sebab, keempat perwira tinggi itu masih merampungkan tugas yang belum selesai.
“Empat Kapolda yang belum sertijab rencananya nanti habis tahun baru. Mereka masih berkonsentrasi menyelesaikan tugas-tugas saat ini,” kata Tito Karnavian di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri.

Baca Juga:
Dilantik Kapolri, Irjen Bambang Waskito Resmi Jabat Kapolda Sulut
Irjen Pol Bambang Waskito Jadi Kapolda Sulut Gantikan Wilmar Marpaung
Mutasi di Tubuh Polri, Irjen Pol Petrus Golose Jadi Kapolda Bali

Petrus Golose saat ini tercatat sebagai Deputi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Bidang Kerjasama Internasional. Dalam karirnya di kepolisian ia memang banyak berjibaku di bidang reserse dan terorisme.  Keahliannya di bidang teknologi informasi membuatnya diandalkan dalam melacak keberadaan orang yang dianggap sebagai pelaku teror.
Sebelum menduduki jabatan Deputi BNPT sejak 2015, lulusan SMPP Negeri 29 Manado (sekarang SMA Negeri 7 Manado, red) tahun 1984 ini pernah menjadi Kasat Cyber Crime Polda Metro Jaya, Waka Densus 88 Antiteror Polda Metro Jaya, Kanit V Dit II/Eksus Bareskrim Polri, Wadir II/Eksus Bareskrim Polri (2010), dan Direktur Penindakan di Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) (2010-2015).
Golose pernah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto, ketika bersama kompatriotnya yaitu Tito Karnavian (Kapolri saat ini), Idham Azis (saat ini Kadiv Propam Polri), dan Rycko Amelza Dahniel (saat ini Kapolda Sumut) berhasil melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur pada 9 November 2005.
Jenderal bintang dua kelahiran Manado, 27 November 1965 ini menyelesaikan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998. Kemudian ia menamatkan Program Magister Manajemen tahun 2002. Dan pada 7 Juni 2008 Golose berhasil meraih gelar Doktor Kajian Ilmu Kepolisian pada Program Pascasarjana UI, setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Hacking. Studi Kasus: Penyidikan Tindak Pidana Hacking  Website Partai Golkar Oleh Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri”.* (Fendy)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY