Kepala BNN Petrus Golose Masuk Bursa Kapolri? Ini Kata Pengamat

0
30
Irjen Pol. Petrus R. Golose (Wikipedia).
Irjen Pol. Petrus R. Golose (Wikipedia).

CINTASULUT.COM, Presiden Joko Widodo Rabu (23/12/2020) melantik Irjen Petrus Reinhard Golose sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara Jakarta. Petrus dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 203/TPA tahun 2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi utama di lingkungan BNN. Mantan Kapolda Bali itu menggantikan posisi Komjen Heru Winarko yang pensiun sejak 1 Desember lalu.
Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai, diangkatnya Petrus Golose sebagai Kepala BNN membuka peluang masuk bursa calon Kapolri.
“Dengan diangkatnya  Petrus R. Golose menjadi Kepala BNN yang merupakan jabatan bintang tiga (Komjen) tentunya membuka peluang masuk bursa calon Kapolri bersama beberapa jenderal polisi bintang tiga lainnya, seperti Komjen Gatot Edy (Wakapolri), Komjen Agus andrianto (Kabaharkam), Komjen Ricko A, Dahnial, Komjen Listyo Sigit, Komjen Agung Budi Marwoto (Irwasum), Komjen Boy Rafli (Ka BNPT), Komjen Bambang Sunarwibowo (deputy BIN),” papar Bambang ketika dihubungi cintasulut.com.

Bambang Rukminto
Bambang Rukminto

Dikatakan Bambang, usia pensiun mantan Kapolda Bali itu  yang masih lama, hingga 2023, tentunya layak dipertimbangkan.
Apalagi menurut Bambang, dengan rekam jejak  dalam bidang reserse dan prestasi dalam penanganan kasus terorisme Dr. Azahari bersama Tito Karnavian (mantan Kapolri, sekarang Menteri Dalam Negeri), Idham Azis (Kapolri), dan Rycko Amelza Dahniel (Kabaintelkam).
“Hanya saja, jabatan Kapolri tentunya adalah jabatan yang  selama ini dipilih dengan pertimbangan-pertimbangan  politis oleh presiden. Sebuah pertimbangan yang sebenarnya harus dinomorduakan mengingat  Polri adalah organisasi yg dituntut profesional, lepas dari pertimbangan-pertimbangan politik. Pertimbangan politis tentunya terkait dengan dukungan suara publik,” jelasnya.
Bambang berharap presiden ke depan memang benar-benar mempertimbangkan faktor profesionaliame dibanding faktor-faktor lain.
Selain profesionaliame yang sudah terbukti dalam karirnya, Petrus menurut Bambang adalah alumni Akpol 1988 yang saat ini adalah angkatan paling senior di jajaran Pati Polri bersama Ricko, Boy Rafli dan Agus Andrianto.
“Faktor senioritas ini juga sangat menentukan, karena terbukti saat pemilihan Kapolri Tito Karnavian Akpol 1987 yang memotong sekian banyak angkatan 81-86 setelah Kapolri Badrodin Haiti, tak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Justru malah membuat resistensi oleh senior-seniornya di awal. Dan itu membutuhkan waktu dan menguras energi tersendiri. Dibanding bila promosi jabatan Kapolri dilakukan dengan pertimbangan urut kacang yang memperhatikan senioritas,” tutup Bambang.* (fen)

LEAVE A REPLY