Ketua DPRD Sulut Bentak Oknum Wartawan Kedapatan Merokok di Area Terbuka dan Tanpa Tulisan “No Smoking”?

0
265
Situasi Lantai 2 kantor DPRD Sulut depan pintu masuk Ruang Paripurna.
Situasi Lantai 2 kantor DPRD Sulut depan pintu masuk Ruang Paripurna.

CINTASULUT.COM,- Salah satu oknum wartawan (RS) yang kesehariannya melakukan peliputan di gedung kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat, (25/6/2021) jelang sore hari mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari Ketua DPRD Sulut, Andi Silangen.
R mendapat teguran keras dari Ketua Dewan karena kedapatan merokok di depan pintu masuk Ruang Paripurna DPRD Sulut tepatnya di Lantai 2.
Padahal, area itu sejak lama dijadikan tempat merokok para tamu bila ada kegiatan baik rapat paripurna ataupun rapat lainnya.
Bukan hanya itu, area itu juga dijadikan tempat merokok sebagian Anggota Dewan di sela jam istirahat bila dilaksanakan agenda rapat ataupun paripurna karena tidak ada tulisan “No Smoking” dan disediakan tempat pembuangan puntung rokok.
Adapun kronologi sehingga kejadian tak mengenakan itu terjadi ketika Ketua Dewan keluar dari ruang rapat paripurna usai memimpin ibadah dukacita atas wafatnya salah satu mantan Anggota Dewan yang disemayamkan di gedung DPRD Sulut. Pas di depan pintu lift lantai 2, Ketua Dewan melihat ada sejumlah orang termasuk oknum wartawan yang sedang merokok, Ketua Dewan pun langsung naik pitam dan menegur dengan nada keras. Apesnya, oknum wartawan R yang berdiri tidak jauh di belakang Ketua Dewan yang menerima teguran keras di hadapan para tamu termasuk sejumlah Anggota Dewan, bahkan mantan Ketua DPRD Sulut juga para para awak media lainnya.
“Buang, buang ngana (kamu) pe rokok itu,” bentak Silangen dengan nada keras diikuti gerakan tubuhnya yang maju menuju R dengan raut wajah marah.
Oknum wartawan R saat itu tidak membantah sedikitpun hanya gerakan tangan yang akan membuang rokok namun belum dilakukan karena letak tempat pembuangan puntung rokok beberapa langkah dari tempatnya berdiri.
Terdengar lagi suara Ketua Dewan saat akan memasuki lift “Tidak Tau Aturan”.
Sempat didengar oleh wartawan media ini bisik-bisik dari orang yang berada di tempat kejadian, “Kan bisa ditegur secara baik-baik, tidak harus di depan umum”. Ada lagi komentar lain, “Bisa kan oknum itu dipanggil dan ditegur secara pribadi”.
Singkat, tak selang beberapa menit usai ditegur Ketua Dewan, oknum wartawan R langsung menuju ruang kerja Ketua Dewan yang letaknya di lantai 3 untuk klarifikasi.
Menunggu sekira satu jam akhirnya R bisa bertemu dan bicara secara langsung dengan Ketua Dewan.
Saat memberi klarifikasi, R mengatakan bahwa dirinya sangat menghargai dan menghormati kapasitas dr. Andi Silangen sebagai ketua DPRD Sulut.
Ia juga meminta maaf apabila hal yang dilakukannya tersebut adalah suatu hal yang salah.
Namun demikian ia juga merasa perlu menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya sesuai pada tempatnya di area terbuka serta tidak ada aturan larangan merokok, bahkan area tersebut justru disediakan khusus tempat puntung rokok.
Ditambahkan pula, sejak awal tempat tersebut, khususnya area taman di lantai satu hingga area depan pintu Ruangan Paripurna lantai dua merupakan area bebas yang dimanfaatkan para pejabat maupun anggota dewan serta masyarakat umum untuk merokok.
“Setau saya tempat itu tidak ada larangan merokok, kecuali sudah ada protap baru. Selain itu pejabat eselon 2 dan anggota dewan pun sering merokok di situ,” ungkap R.
Di sisi lain ia menyesalkan sikap yang bukan pada tempatnya seorang pemimpin.
Harusnya, lanjut R, seorang leader wajib tahu menempatkan posisinya dimana dan apa yang akan dia lakukan.
“Bukan menghasilkan perilaku yang tidak sopan, apalagi beliau selalu mengajarkan Firman Tuhan bahkan beliau selalu mengklaim sebagai hamba Tuhan. Tapi di balik semuanya ini saya berpikir positif dan mengaminkan saja, mungkin saja pak Ketua DPRD lagi tidak mood, sehingga keceplos dengan amarah yang timbul,” ucap dia.
Menanggapi itu Ketua Dewan beralasan ia sering merasa kesal saat melewati beberapa ruangan dan menemukan puntung rokok berserakan di lantai.
“Kalau torang (kita) nda tegor itu akan berlangsung terus dan menganggap hal itu biasa. Jadi mulai besok (Sabtu) semua ruangan yang berhubungan dengan kantor ini kecuali area taman lantai satu, dilarang merokok,” kata Silangen.
Bahkan ditegaskannya aturan yang dibuatnya tidak pandang bulu, siapapun yang didapati akan disuruh keluar dari area steril, bahkan pejabat setingkat Gubernur pun mendapat perlakuan sama.
“Eselon II, pak Gubernur sekalipun kalau dia merokok di sini kita suruh turun ke bawah, ” ucap Ketua Dewan dengan nada tegas.
Disinyalir tersinggung dengan yang diucapkan R, Ketua Dewan akhirnya meminta R keluar dari ruangannya.* (Jane)

SHARE

LEAVE A REPLY