Kritik Tajam Stella Runtuwene Sasar Revitalisasi Anjungan Milik Sulut di TMII Jakarta

0
11
Stella Runtuwene (kanan) saat tinjau lokasi Anjungan Milik Sulut di TMII Jakarta.
Stella Runtuwene (kanan) saat tinjau lokasi Anjungan Milik Sulut di TMII Jakarta.

CINTASULUT.COM,- Stella Runtuwene, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Selatan-Minahasa Tenggara ini kembali menggaungkan kritik terkait revitalisasi Anjungan TMII milik Provinsi Sulut di Jakarta yang sudah menghabiskan dana hingga puluhan miliar rupiah.
Menurut Anggota Dewan yang terdaftar sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut bidang Infrastruktur ini, belum terlihat manfaat khususnya untuk masyarakat Sulut.
“Masih banyak jalan rusak yang perlu diperbaiki dan jalan perkebunan dimana memudahkan para petani ketimbang memaksakan membangun sesuatu yang kurang jelas manfaatnya,” tutur Stella yang juga adik kandung Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Runtuwene.
Bahkan, dari aspirasi yang diterima politisi Partai Nasdem ini diketahui bahwa pekerja di Anjungan TMII milik Sulut harus bekerja ekstra bila curah hujan tinggi.
“Saya mendapatkan laporan dari petugas di sana mereka mendapatkan tugas ekstra karena setiap hujan pasti banjir. Ini semua terjadi karena perencanaan yang tidak matang,” ucap Stella saat diwawancarai sejumlah awak media, Jumat (16/4/2021).
Lanjutnya lagi, apa yang dilihat kurang lebih hampir setahun yang lalu hingga kini Anjungan tersebut tidak mengalami perubahan. “Masih sama,” beber Stella.
Dirinya pun mengkritisi setelah mengetahui bahwa untuk Anjungan tersebut diusulkan penambahan anggaran hingga puluhan miliar.
“Saya juga bingung kenapa di masa pandemi Covid seperti sekarang lantas ada permintaan penambahan anggaran untuk gedung baru. Gedung yang lama saja belum selesai sudah mau bikin baru,” tukas Stella.
Diketahui, revitalisasi Anjungan Pemerintah Provinsi Sulut di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dimulai dengan alokasi anggaran sebesar Rp 60 miliar pada APBD tahun 2018. Dan informasinya di tahun anggaran 2021 ini ada permintaan penambahan anggaran sekitar Rp. 19,5 miliar.* (Jane)

LEAVE A REPLY