PN Manado Urutan 3 Pengadilan Besar Produktif se-Indonesia

0
56
Pengadilan Negeri Manado
Pengadilan Negeri Manado

CINTASULUT.COM,- Pengadilan Negeri (PN) Manado terus melakukan gebrakan untuk menjadi yang terbaik. Untuk penanganan perkara, PN Manado mampu menangani ribuan kasus dengan hasil memuaskan.
Namun demikian, ini bukan berarti PN Manado berhenti sampai di situ terkait peningkatan kinerja. PN Manado juga memantau kinerja pengadilan lain dan melakukan adjustment/penyesuaian untuk mengejar berbagai prestasi.
“Tahun-tahun sebelumnya, kita merasa siap, tetapi masih tertinggal dari pengadilan lain,” tutur Hakim Juru Bicara, Vincentius Banar, SH.MH, kepada wartawan belum lama ini.
Lanjut Hakim Banar, tahun 2018 PN Manado mempunyai manager baru. “Ketua PN Manado, jadi strategi dan pelaksanaan juga memakai teknik baru. Kelihatan sederhana, dan sebelumnya sudah ada, namun sangat kreatif sekali dimanfaatkan,” kata Banar.
Saat ditanyakan bagaimana PN Manado mengukur kinerja, menurut Hakim Banar, tingkatan pengadilan Indonesia terbagi dalam berbagai kelas, dari Kelas II (terkecil), IB, 1A, sampai kepada 1A Khusus (tertinggi). PN Manado berada dikelompok kelas 1A.
“Untuk mengukur kinerja PN, Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung, membagi pengadilan dalam 4 (empat) kategori berdasar jumlah perkara yang ditangani pertahun, yaitu: antara 0 – 500 perkara (terkecil), antara 501 – 1.000 perkara, lalu antara 1.001-2.000 perkara, dan yang terbesar adalah 2.001 perkara ke atas. PN Manado berada dalam kelompok antara 1.001 – 2.000 perkara per tahun,” papar dia.
Dalam perlombaan SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) tahun 2017 lalu, PN Manado kalah telak. Juara pengadilan di kelompok 1.000 – 2.000 perkara per tahun adalah PN Stabat Kelas 1B (Sumatera Utara), PN Kabupaten Kediri Kelas 1B (Jawa Timur), dan PN Kepanjen Kelas 1B (Jawa Timur). Sedangkan juara kelompok pengadilan di atas 2.000 perkara: PN Lubuk Pakam Kelas 1A (Sumatera Utara), PN Denpasar Kelas 1A (Bali), dan PN Batam Kelas 1A (Riau).
Sementara, bagaimana mengukur kinerja PN Manado? dijawab Hakim Banar,
“Ini ilustrasi saja bagaimana meningkatnya kinerja PN Manado. Seperti lompatan quantum,” kata Hakim Banar.
Data perkara tgl 31 Januari 2017, jelas Banar, telah putus/minutasi 197 perkara, dengan nilai SIPP 29%. Berdasar data perkara tgl 5 Januari 2018, hanya dalam tempo lima hari kerja, sudah meningkat lebih tinggi lagi, telah putus/minutasi sebanyak 271 perkara, dengan nilai SIPP melonjak cepat menjadi 39,85%.
Sementara, perbandingan untuk produktifitas pengadilan yang mampu putus/minutasi di atas 250 perkara/bulan, lanjut Banar, PN Manado 271 putus/minutasi berada diurutan ke-3 (tiga), setelah PN Banjarmasin Kelas 1A (Kalimantan Selatan) – 322 putus/minutasi, dan PN Pontianak Kelas 1A (Kalimantan Barat) – 293 putus/minutasi.
“Untuk kategori pengadilan yang tangani antara 1.001 – 2.000 perkara/tahun, terutama dibandingkan dengan pengadilan yang menjuarai kinerja di tahun 2017, PN Manado (39,85%) berada di urutan ketiga, setelah PN Tulungagung Kelas 1B (Jawa Timur) 58,68%, dan PN Kepanjen Kelas 1B (Jawa Timur) – 47,78%,” ungkap Hakim Banar.
Masih oleh Jubir PN Manado, perintah Ketua PN Manado sangat jelas. Selain peningkatan kinerja, akan ditekankan pada quality control dan akurasi data.
“Pesan beliau (Ketua PN Manado), saat ini memang ranking tiga. Ini masih data sementara, ada 11 bulan lagi di tahun 2018, waktu yang panjang bagi pembuktian kualitas kinerja PN Manado. Terlepas dari persaingan antar pengadilan, yang terpenting bagi kita adalah, bagaimana mencapai kepuasan pengguna pengadilan di kota Manado, dan Sulawesi Utara. Jalan masih panjang,” tutup Hakim Banar mengutip perkataan Ketua PN Manado, Edward Simarmata, SH. LLM. MTL.* (jane)

==========

Tulisan lain:

LEAVE A REPLY