Revitalisasi Anjungan Milik Sulut di TMII Jakarta, Kaban Perhubungan Sebut Sudah Tepat Sasaran, Stella Runtuwene: Informasinya dari Mana?

0
9
Stella Runtuweme, anggota DPRD Sulut
Stella Runtuweme, anggota DPRD Sulut

CINTASULUT.COM,- Revitalisasi anjungan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta kian menarik perhatian Anggota DPRD Sulut terlebih Wakil Ketua Komisi III bidang Infrastruktur, Stella Runtuwene.
Saat rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ oleh DPRD Sulut di hari terakhir berlangsung, Senin (26/4/2021) di Ruang Rapat Paripurna, suara Stella Runtuwene kembali terdengar setelah Kepala Badan (Kaban) Penghubung
Provinsi Sulut, Christian Singal menyampaikan bahwa Pembangunan Anjungan Sulut di TMII sudah tepat sasaran atau sudah memenuhi kriteria dari perencanaan awal.
“Infonya dari mana ya pak? info yang bapak katakan tadi seolah-olah semuanya sudah selesai,” kata Stella di rapat.
Disampaikan oleh Stella, keterangan yang disampaikan Kaban Perhubungan di rapat sangat bertolak belakang dengan apa yang dilihat Komisi III belum lama ini.
Menerima pertanyaan Stella, Kaban Perhubungan pun memaparkan pembangunan anjungan milik Pemprov Sulut di TMII yang dimulai pada tahun 2018 lalu dan rencananya pembangunan dilakukan selama 3 tahun.
“Pembangunannya mulai dari 2018, 2019, dan 2020. Anggaran yang ada pada Badan Penghubung itu sudah sesuai dengan perencanaan awal. Memang di awal pembangunan tahun 2018, itu dilakukan oleh Biro Perlengkapan, tahap kedua yakni 2019 itu diserahkan ke Badan Penghubung,” jelasnya.
“Jadi tahun 2019, kami Badan Penghubung sudah melakukan pembangunannya sesuai dengan apa yang direncanakan. Jadi memang kelihatannya belum selesai karena masih ada tahap ketiga yang belum dilaksanakan,” tambahnya.
Diketahui, dalam rencana awal total anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk Anjungan Sulut TMII itu sebesar 60 miliar lebih dalam 3 tahun pembangunan.
Pada tahun 2020, lanjut Singal bahwa itu gagal lelang karena persoalan pandemi Covid-19.
“Jadi di tahun 2020, sebanyak dua kali gagal tender. Akhirnya ditunda di tahun 2021,” singkatnya.
Ketua Pansus Rocky Wowor pun menyimpulkan bahwa status pembangunan Anjungan Sulut TMII belum selesai, masih ada tahap 3.
Stella pun melakukan interupsi dengan mengatakan bahwa tadi disampaikan ada 2 kali gagal lelang di tahun 2020 karena pandemi. Jadi kalau gagal lelang itu tidak sampai 2 kali seperti ini. Berarti kita niat untuk lelang.
“Memang penting sekali agar kita juga hadir dan bersama-sama ke a
Anjungan Sulut TMII guna melihat secara langsung pembangunannya. Karena menurut saya itu, kita membangun sesuatu harus punya tujuan, fungsinya untuk apa? Dan benar-benar alokasi dana itu tepat sasaran. Itu yang terpenting, Jangan hanya kita membangun-membangun tapi tidak kena sasaran. Menurut saya, melihat pembangunan itu sangat-sangat pemborosan karena sangat disayangkan kalau fisiknya hanya terdiri dari tiang-tiang seperti itu, tidak ada manfaatnya, itu sangat boros anggaran,” jelas Stella.
“Kalau tiang-tiang itu fungsinya hanya untuk menyangga rumah yang terdiri dari rumah kayu, buat apa kita buang anggaran sebesar itu, kita buat tiang-tiang segitu banyaknya dan ruangan itu tidak ada fungsinya sama sekali. Semuanya itu harus melalui perencanaan yang matang, jangan mubazir seperti itu karena masih banyak masyarakat Sulut yang berteriak. Intinya, perhatikan betul pembangunan Anjungan itu,” ucap Stella geram.
Kaban menuturkan tiang-tiang itu akan difungsikan sebagai ruang galeri.
“Memang desain awal pembangunan itu ada pada Biro Perlengkapan. Badan Penghubung hanya mengikuti desain awal itu sampai dengan tiang-tiang,” katanya.
Menariknya, Kaban Penghubung mengatakan dan mengakui bahwa desain awal itu sudah diubah.
“Memang sebenarnya tiang-tiangnya itu lebih besar dari itu kalau mengikuti desain awal,” tuturnya.* (jane)

SHARE

LEAVE A REPLY