Supermoon 14 November Adalah Supermoon Terbesar

0
60

bulan-supermooon

CINTASULUT.COM,- Disebut supermoon atau purnama raksasa karena bulan purnama ini terlihat lebih besar dan lebih terang daripada bulan purnama biasanya.  Itu karena posisi bulan purnama– di mana posisi matahari, bulan, dan bumi agak selaras dan permukaan bulan yang disinari matahari menghadap ke bumi – berada paling dekat dengan planet Bumi.  Hal ini terjadi karena orbit bulan tidak berbentuk bulat sempurna, sehingga akan ada masa dimana bulan mencapai jarak terdekat dengan bumi (perigee) dan juga jarak terjauh (apogee).   Karena kedekatan itulah maka bulan purnama terlihat lebih besar sekitar 15% dan lebih terang sekitar 30% daripada biasanya.  Dan fenomena supermoon yang muncul pada 14 November kemarin merupakan supermoon paling besar dan paling terang sejak 68 tahun terakhir.  Ini karena jarak bulan purnama dengan bumi pada saat itu adalah yang paling dekat dibanding posisinya pada saat bulan purnama lainnya, yaitu hanya berjarak 356.511 km dari bumi.

(Baca Juga: Ratusan Warga Saksikan Super Moon dari Tetempangan Hill)

Jadi, berbahagialah Anda yang semalam tidak melewatkan fenomena alam ini.  Sebab, supermoon terbesar baru akan hadir kembali pada 25 November 2034.  Fenomena supermoon terbesar sebelumnya terakhir terjadi pada 26 Januari 1948.
Di bawah ini disajikan tabel saat terjadinya fase bulan (bulan baru dan bulan purnama) dari tahun 2015-2021.  Dalam tabel yang dilansir laman www.vercalendario.info  ini juga tersaji perkiraan jarak antara pusat bulan dan pusat bumi.   Data jam yang tersaji adalah waktu Universal Time Coordinated (UTC).  Jadi, untuk  Waktu Indonesia Tengah, waktu dimaksud adalah jam UTC+8.* (Fendy)

data-supermoon

SHARE

LEAVE A REPLY